Essay Petualangan IAYP Oleh: Sitri Mulyanti (Fisipol)

01 Jun 2015 03:40:10 WIB
Telah dibaca 498x

Sudah sejak lama kita merencanakan kegiatan Petualangan sebagai salah satu syarat berakhirnya program IAYP tahap Perunggu. Namun di karenakan beberapa kendala seperti jadwal kuliah yang berbeda dan kondisi yang kurang mendukung sehingga pelaksanaan petualangan kami molor dari perencanaan yang sudah di sepakati sebelumnya yaitu sebelum liburan UAS semester ganjil.  Namun saat ini saya sangat bersyukur, pada akhirnya saya dan teman-teman peserta IAYP tahap Perunggu lainnya bisa melaksanakan juga kegiatan Petualangan dengan selamat dan Alhamdulillah banyak pelajaran yang bisa saya ambil.

Pada hari Senin tanggal 10, Maret 2015 saya, Munawarah, Fildatul Ma’sumah, dan  Tarwiyatul jannah (Wiwin) berkumpul untuk membahas kegiatan Petualangan yang kami rencanakan. Kami membahas mengenai peserta kegiatan, lokasi, transportasi, susunan kegiatan yang akan kami lakukan dan tempat untuk bermalam.

Pertama yang kami bahas adalah peserta kegiatan, saat itu peserta IAYP hanya kami berempat yaitu: Saya, Munawarah, Filda dan Wiwin. Kami masih tidak tahu banyak tempat di daerah Jogja karena kami memang berasal dari luar kota Jogjakarta dan belum lama tinggal di daerah Jogja selain itu juga tidak  mempunyai kendaraan untuk transportasi ke tempat tujuan, sehingga kami memutuskan untuk mengajak teman-teman lain dari fakultas Ekonomi untuk bergabung berpetualang bersama kami dengan harapan mereka tahu banyak tempat yang sekiranya aman dan juga pas untuk di jadikan tempat berpetualang. Akhirnya beberapa teman pun bersedia membantu dan ikut bergabung dengan kami. Mereka yaitu: Nurudin Aprilianto, Obed Mirip, Dolfinus Mewji dan Andika Dwi Yulianto (Dika) sehingga jumlah peserta petualangan menjadi 8 orang. Hal kedua yang kami bahas yaitu mengenai lokasi, awalnya kami berencana memilih pantai Goa Cemara sebagai tempat pelaksanaan petualangan namun teman lain berpendapat bahwa pantai Goa Cemara kurang aman untuk di jadikan lokasi mengingat pada saat itu masih musim hujan dan angin cenderung cukup kencang, pantai Goa Cemara memang pantai yang landai sehingga ketika hujan di tambah angin kencang ombak akan langsung naik ke bibir pantai dengan pertimbangan ini kami pun membatalkan pantai Goa Cemara sebagai lokasi petualangan. Sebagai gantinya kami memilih pantai Indrayanti sebagai lokasi petualangan kami karena pantai ini di anggap lebih aman dari pantai Goa Cemara. Meskipun jaraknya sedikit lebih jauh jika di bandingkan dengan pantai Goa Cemara tapi demi keamanan dan kelancaran kegiatan jarak tidak jadi masalah. Selanjutnya kami membahas masalah Transportasi, di antara kami yang 8 orang hanya ada sepeda motor 3 saja sehingga salah satu dari kami memutuskan untuk merental sepeda motor. Setelah masalah transportasi selesai kami lanjut membahas susunan acara yaitu:

Pukul

Kegiatan

 

17.00

Keberangkatan

20.00

Tiba di Lokasi

20.00 – 21.00

ISOMA

21.00 – 22.00

Games

22.00 – 22.15

Renungan Malam

22.15 – 05.00

Istirahat (tidur)

05.00 – 05.30

Shalat Subuh

05.30 – 06.00

Senam Pagi

06.00 – 07.00

Sarapan Pagi dan mandi

07.00 – 09.00

Pelayanan Masyarakat (bersih-bersih pantai)

09.00 – 10.00

Kegiatan bebas (menikmati keindahan pantai dan foto-foto)  

10.00

Persiapan Pulang

 

Dan terakhir kami membahas mengenai tempat untuk bermalam, kami memutuskan untuk berangkat Selasa sore di karenakan dari pagi hingga siang ada kuliah yang tidak bisa di tinggalkan. Maka tiba di lokasi juga pasti akan menjelang malam. Sehingga kami juga harus mempertimbangkan tempat untuk menginap dan menyimpan barang-barang kami termasuk sepeda motor yang kami bawa.

Hari Selasa tanggal 10 Maret 2015 pukul 13.00 Saya, Munawarah dan Filda menyiapkan semua perlengkapan termasuk bekal makan malam, jas hujan, makanan ringan dan kebutuhan lainnya. Setelah semua perlengkapan siap dan kita menunggu semua teman untuk berkumpul. Karena tempat tinggal kami yang berbeda dan jarak yang tidak dekat maka kami memutuskan untuk berkumpul di depan TK Al-Islam ( depan kostan saya) tepat pukul 15.00 kita sepakat untuk sudah berkumpul semua. Tanpa kami duga ternyata hujan deras sudah turun sejak jam 12 siang hingga sampai jam 15.00 hujan masih cukup deras, salah satu teman kami Nurudin yang kebetulan tinggal di Klaten harus menunggu hingga hujan reda untuk pergi ke tempat kita berkumpul. Karena menunggu hujan maka keberangkatan kami pun mundur dari jadwal yang sudah kami buat. Selain itu kami juga menunggu Wiwin dan Dika terlebih dahulu untuk menyiapkan jas hujan dan bekal makanan ringan. Setelah semua Fix dan hujan sedikit reda, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat. Sebelum berangkat kita merundingkan kembali tempat tujuan petualangan kita agar lebih jelas dan mengantisipasi kalau-kalau ada teman yang kurang setuju. Namun semuanya setuju dan pantai Indrayanti di tetapkan sebagai lokasi pilihan kita melakukan petualangan.

Setelah cukup lama berunding dan semua teman sudah berkumpul pada pukul 16.00 kami berangkt menuju Pantai Indrayanti. Meskipun waktu itu cuaca masih gerimis namun itu tidak mengurangi niat dan semangat kami untuk berpetualang mencari pengalaman. Di perjalanan kami sengaja tidak terlalu cepat menjalankan kendaraan karena di antara kami banyak yang masih tidak tahu rute ke pantai Indrayanti hanya Dika lah yang mengetahui arah ke tempat tersebut.

Tentunya saya dan teman lain mengikuti Dika dari belakang, itu pun masih sering ada yang ketinggalan dikarenakan jalan licin setelah hujan maka kami sangat berhati-hati mengendarai sepeda motor. Perjalanan yang cukup jauh dengan keindahan panorama pedesaan menambah semangat kita untuk berpetualangan, hingga tak terasa kita pun sampai di pantai Indrayanti yang pada waktu itu situasinya tidak begitu ramai karena sudah malam hari mengingat saat itu kita sampai pukul 19.00. hal pertama yang kita lakukan adalah mencari tempat untuk menginap yang sekiranya biayanya pas dengan kondisi keungan kami saat itu. Sempat kita memutuskan untuk tidur di tempat terbuka agar tidak usah menyewa penginapan namun karena kami membawa barang-barang dan juga waktu itu musim hujan kami khawatir hujan turun. Maka dari itu kami memutuskan untuk menyewa penginapan. Setelah mencari beberapa tempat penginapan yang jaraknya tidak jauh dari pantai akhirnya kami pun menemukan satu tempat yang menurut kami cocok namun kami masih harus melakukan negosiasi harga dengan pemilik penginapan. Berkat kepandaian Dika melakukan tawar menawar harga akhirnya kami mendapat diskon 25% dari harga awal.

Sebelum kami melanjutkan aktivitas petualangan kami istirahat sejenak dan menyiapkan makan malam yang sebelumnya sudah kita siapakan sebelum berangkat. Selesai istirahat dan makan kami membuat jadwal ulang karena jadwal awal yang kami buat tidak sesuai dengan waktu yang kami sepakati sebelumnya dan keberangkatan kami juga terkendala hujan maka kami memutuskan membuat jadwal ulang yaitu : Ishoma, game, renungan malam, olahraga dan pelayan masyarakat.

Selesai makan sekitar pukul 20.27 kami membersihkan tempat dan mencuci piring bekas makan. Setelah itu di lanjutkan bermain game pukul 21.34. Saat itu permainan yang kami lakukan adalah “jujur berani” siapa yang kalah dalam permainan maka mendapat hukuman menjawab dengan jujur pertanyaan salah satu teman atau berani menerima tantangan dari teman. Game ini melatih kejujuran dan keberanian peserta maka dari itu kami memutuskan untuk memilih game ini. Dalam game ini aku beruntung tidak sering kalah. Setelah game ini di lanjut dengan game kucing-kucingan, game ini melatih peserta untuk cermat menghadapi lawan.

Sebelum turun ke bawah melakukan permainan jujur berani kami sudah lebih dulu melakukan permainan tebak kata yaitu nama-nama Negara, Olahraga, Wilayah, Hewan, dll. Setelah tiga permainan kami rasa cukup dan juga gerimis yang semakin deras akhirnya kami sudahi permainan nya dan kami bergegas istirahat untuk melanjutkan kegiatan esok harinya. Pukul 23:45 aku dan teman-teman tidur saat itu hujan ringan masih mengguyur aku sempat mengira mungkin besok tidak bisa melanjutkan kegiatan karena hujan yang memang tampaknya tak akan reda udara juga terasa dingin karena angin nya juga berhembus cukup kencang.

Di sela-sela tidur tanpa kami duga badai terjadi di tempat kami menginap, badai tersebut mengakibatkan pintu dan jendela ruangan kami tidur terbuka tak bisa di tutup. Saat badai terjadi aku pulas tertidur karna cape tapi teman lain, Dika dan Nurrudin mereka menutup pintu dan mengakalinya agar tak terbuka lagi oleh angin. Alhasil tas-tas kita yang berat pun menjadi penahan pintu. Alhamdulillah kami malam itu selamat dari badai bahkan bisa terhindar dan tidak kebasahan. Seandainya kami melakukan rencana awal dengan tidur di tempat terbuka tidak di penginapan mungkin kami sudah basah kuyup malam-malam. Pagi pun tiba kami melanjutkan aktivitas dengan shalat subuh. Diantara kami ada sebagian teman yang tidak shalat. Sambil menunggu teman lain mendapat giliran shalat dan mandi aku di ceritakan teman bahwa semalam ada badai. Aku bersyukur kita masih di lindungi Allah S.W.T.

Selesai semuanya shalat sekitar pukul 06.00 kami lanjut ke pantai untuk melakukan inti kegiatan petualangan di pantai Indrayanti, di awali dengan olahraga pagi yang kami mulai dengan jalan-jalan santai dari tempat kami menginap hingga ke pantai karena jarak nya yang ternyata lumyan agak jauh.        

Kegiatan di pantai kami lanjutkan dengan senam pagi yang di pandu oleh Nurrudin dan di ikuti oleh saya dan teman-teman lain. Sedangakan Obed kita pilih jadi seksi dokumentsai. Pengunjung pantai pun mulai berdatangan dan pantai sudah mulai ramai oleh wisatawan. Sebagian wisatawan tersebut ada yang melihat ke arah kami mungkin bertanya apa yang sedang kami lakukan. Usai senam pagi kegiatan kami lanjutkan dengan pelayanan masyarakat yaitu membersihkan pantai, kami memunguti sampah yang berserakan di pasir. Kami pisahkan sampah yang organic dan an organic. Dan lagi-lagi kegiatan kami mendapatkan perhatian sebagian pengunjung. Mereka melihat kami tapi kami tetap lanjut dengan kegiatan kami agar kegiatan ini menjadi contoh untuk pengunjung agar tidak mengotori pantai dengan sampah yang mereka bawa misalkan bekas makanan. Setelah sampah kami kumpulkan dan kami membuang nya ke tempat sampah yang sudah ada di sekitar pantai. Ternyata dugaan saya semalam salah hari itu cuaca sangat cerah dan sangat mendukung jalannya kegiatan. Sehingga kegiatan kami berjalan lancar.

Kegiatan kami lanjutkan dengan menikmati indahnya pemandangan pantai, kami naik ke atas bukit mentafakuri ciptaan Tuhan yang begitu luar biasa. Kami tak lupa berfoto bersama dan selfie rame-rame. Ternyata ada hari yang cerah setelah semalam terjadi badai, tentu kami sangat bersyukur dapat selamat dan bahkan tak ada yang terluka akibat badai.

Setelah cukup puas jalan-jalan,foto-foto dan menikmati pantai kami memutuskan untuk kembali ke penginapan dan bersiap pulang. Namun ada teman kami yang ternyata belum puas dan meminta izin pada kami untuk pergi jalan-jalan ke daerah sekitar pantai Indrayanti, kami mengizinkan asalkan tidak lama karena kita akan segera pulang. Dan ternyata mereka pergi cukup lama sampai aku dan teman lain kesal menunggu mereka sempat kami memutuskan untuk pulang duluan tapi kita berangkat bersama sehingga pulang pun tentu harus sama-sama juga. Sambil menunggu salah satu teman kami ada yang ke luar untuk  mencari ATM yang ternyata jaraknya cukup jauh. Setelah semua kumpul di penginapan kami pun patungan untuk membayar penginapan dan bersiap pulang karena hari juga sudah siang dan matahari sudah hampir berada tepat di atas kepala. Setelah selesai packing dan pamitan pada pemilik penginapan kami pun pulang.

Dari kegiatan petualangan tersebut saya dapat mengambil hikmah dan pelajaran

  1. Bahwa perencanaan yang matang dalam setiap kegiatan itu perlu agar kegiatan dapat berjalan lancar.
  2. Kebersamaan dengan teman dan mejalin kerjasama itu membutuhkan rasa saling mengerti satu sama lain karena manusia itu berbeda-beda pemikiran dan sifat.
  3. Menjaga kebersihan lingkungan tempat wisata itu adalah tanggung jawab semua pengunjung dan pengelola agar kita bisa dengan sangat nyaman menikmati indahnya pemandangan tanpa harus terganggu dengan sampah yang berserakan.
  4. Dari petualangan itu mengajarkan kesederhanaandan kekompakan yang berdampak positif.
  5. Sebagai generasi muda sudah seharusnya peduli dengan lingkungan dan menjaganya.

 

Artikel Terkait

Faisal Basri: jangan sampai BUMN migas RI seperti Brasil. Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kel...

Perayaan Hari Valentine

25 Ags 2015 02:06:39 WIB

Perayaan valentine di Indonesia selalu menimbulkan kontroversi. Bagi sekelompok masyarakat melihat p...

Berita Terbaru

Tim LKBH UP45 mendatangi rumah Sukalis (Klien LKBH/Ayah Kandung Ayu Agustina) yang beralamat di Keca...

Pihak Universitas Proklamasi 45 sangat menyayangkan aksi 12 oknum yang sudah diberhentikan sebagai m...

Energy Management and Governance Institute UP 45 (EMGI UP45) mengadakan kegiatan bedah buku dan disk...

Agenda

13
Sep
2017
14
Sep
2017