TAMBANG BATUBARA HAJU MILIK BHP BILLITON ON STREAM 2017

11 Sep 2015 08:53:35 WIB
Telah dibaca 579x

PT BHP Billiton membuka tambang batubara Kalimantan Tengah pada pertengahan tahun 2015, 2017 direncanakan tambang tersebut mulai beoperasi.

BHP Billiton melalui IndoMet Coal Project membuka tambang batubara baru di Haju di Kalimantan Tengah. Tambang ini diperkirakan memproduksi 1 juta ton batubara pertahun dan kurang lebih 5 juta ton jika sepenuhnya dikembangkan. Ini merupakan rencana BHP Billiton untuk meningkatkan produksi batubara di Indonesia walaupun harga batubara saat ini mengalami trend penurunan.

Dalam dua tahun mendatang, perusahaan memprediksikan harga batubara dunia akan rebound.

President Director Indomet Coal Mark Small mengatakan pihaknya sedang memulai membuka lahan tambang baru. “Secara pararel kami telah memulai kontruksi dalam PKP2B generasi kedua, dan on stream pada 2017,” ucapnya di Jakarta mengutip The Sydney Morning Herald (7/9).

Mark menambahkan IndoMet akan berusaha untuk membuat sebuah metallurgical coal basin berkelas dunia dengan dukungan berbagai kontraktor batubara dan memperkerjakan ribuan orang. Stategi BPH Billiton hanya menambang di Provinsi yang memiliki sumber daya mineral yang sudah terbukti memiliki cadangan besar. “Sampai saat ini kami mengidentifikasi cadangan batubara 1,3 milyar ton (di area pertambangan baru), rencana ekplorasi direncanakan lebih lanjut,” ucapnya.

Proyek Indomet menargetkan memperkejarkan 70 persen pegawai dari masyarakat setempat di Kalimantan. “Kami sedang melakukan proses perekrutan, sebanyak 1200 orang (warga Kalimantan) Kami perkerjakan untuk mendukung masyarakat lokal,” ucapnya di forum Austrade.

Harga batubara yang jeblok sebagai bagian dari penurunan permintaan global, Mark optimis dengan permintaan batubara di tahun-tahun yang akan datang. Mark menambahkan, Indonesia memiliki banyak peluang bagi perusahaan pertambangan. “Indonesia tempat yang memiliki banyak kesempatan. Tenaga kerja di Indonesia relatif murah dan ada potensi peningkatan produktifitas. Dibandingkan dengan Mongolia yang penmebinya hanya China, Yaman dan Kamboja memiliki peraturan pertambangan yang tertinggal dari Indonesia,” terangnya.

 

 

sumber : www.migasreview.com

 

 

 

Artikel Terkait

Pertamina Geothermal Energy (PGE) melepasliarkan seekor Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi) sebagai bagia...

Dosen Berprestasi UP45 di Bidang Migas

10 Apr 2017 14:45:03 WIB

M. Sigit Cahyono, S.T,.M.Eng adalah Dosen di prodi Teknik Perminyakan dan Teknik Lingkungan Universi...

Berita Terbaru

Tim LKBH UP45 mendatangi rumah Sukalis (Klien LKBH/Ayah Kandung Ayu Agustina) yang beralamat di Keca...

Pihak Universitas Proklamasi 45 sangat menyayangkan aksi 12 oknum yang sudah diberhentikan sebagai m...

Energy Management and Governance Institute UP 45 (EMGI UP45) mengadakan kegiatan bedah buku dan disk...

Agenda

13
Sep
2017
14
Sep
2017