Dosen Fakultas Teknik UP45 Ikuti 10th Conference of Indonesia International Forum

12 Sep 2017 09:17:27 WIB
Telah dibaca 93x

Andri Aziz Putra, Lc., M.Phil. dosen Fakultas Teknik Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta,  mengikuti 10th Conference of Indonesia International Forum (25-26 Juli 2017). Kegiatan ini dilaksanakan oleh IIF berkolaborasi dengan UMY di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan merupakan kegiatan tahunan. Konferensi ini bertemakan “Indonesian Exceptionalism: Values and Morals of the Middle Ground” yang diikuti oleh para peneliti dan akademisi yang berasal dari lebih 10 negara.

Konferensi ini merupakan wadah berbagi ide-ide yang dapat menjadi asupan positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, dengan mengikuti acara ini dia mendapatkan pemikiran yang lebih baik lagi tentang pengembangan ideologi dan nilai-nilai moral yang dikandung oleh bangsa Indonesia kata Andri yang merupakan lulusan Al-Azhar University ini.

“Konferensi ini merupakan sebuah langkah yang sangat baik dengan adanya situasi-situasi yang menantang kondisi kebangsaan di Indonesia belakangan ini”, katanya lagi.

Pada saat konferensi, Andri Azis Putra berperan sebagai pembicara berpanel dengan empat orang pembicara lainnya, yaitu: Dr. Frank Dhon (Universitas Brunei Darussalam), Christine Pheeney (Australia) dan Asmawita Fithri (Aceh).

Dalam papernya yang berjudul Pancasila as An Exceptional Ideology Trough the Concept of "Musyawarah-Mufakat" to Create A Most Promising Scheme of Religiosity in Indonesia, Andri menjelaskan tentang posisi Pancasila dalam sudut pandang yang cukup berbeda. Dia mengungkapkan bahwa Pancasila ternyata dipandang dengan cara berbeda oleh kaum agamis dan nasionalis. Dia juga menjelaskan bahwa pada hakikatnya, ide musyawarah-mufakat yang terdapat pada sila ke empat merupakan sumber kekuatan kebangsaan utama. Ide Ketuhanan yang maha Esa pada sila pertama memang menjadi sila terpenting sebagaimana yang diyakini oleh bangsa Indonesia selama ini. Akan tetapi dalam kondisi khusus seperti yang dirasakan saat ini, pengembangan lain dibutuhkan, dan dia menawarkan hal itu bisa dimulai dari pengembangan sila ke empat yang lebih baik tutup Andri. (AAP/FAG)

Berita Terkait

Pasca libur lebaran, keluarga besar Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta menggelar acara halal bihal...

Pendidikan tinggi di Indonesia perlu ditingkatkan dalam membekali para sarjana untuk dapat hidup man...

Berita Terbaru

Tim LKBH UP45 mendatangi rumah Sukalis (Klien LKBH/Ayah Kandung Ayu Agustina) yang beralamat di Keca...

Pihak Universitas Proklamasi 45 sangat menyayangkan aksi 12 oknum yang sudah diberhentikan sebagai m...

Energy Management and Governance Institute UP 45 (EMGI UP45) mengadakan kegiatan bedah buku dan disk...

Agenda

13
Sep
2017
14
Sep
2017