Implementasikan Desa Pancasila di Kabupaten Rembang

22 Ags 2017 10:38:19 WIB
Telah dibaca 62x

Saat ini, masyarakat desa menghadapi ancaman nyata salah satunya memudarnya nilai luhur Pancasila. Gotong royong, tenggang rasa, saling peduli terhadap sesama telah tergerus dengan perkembangan jaman. Akhirnya untuk menumbuhkan kebersamaan dalam membangun desanya terkadang menghadapi kendala tersendiri.

Usaha menumbuhkan kegotongroyongan dan kebhinekaan berdasar  nilai-nilai  Pancasila terus dilakukan oleh Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP45). Bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sumber Rejo, Kecamatan Pamotan, Rembang dan BMT BUS Rembang menginisiasi Program Desa Pancasila di beberapa desa, Jumat (11/7/2017). Kegiatan diawali dengan “Sosialisasi dan Pra-Launching  Desa Pancasila ” di Pendopo Desa Sumber Rejo.

Kepala Desa Sumber Rejo, Purwanto mengatakan bahwa ,”saat ini terkadang masyarakat susah sekali diajak gotong royong bersama dilingkungannya. Masyarakat seakan tak peduli tentang perkembangan yang terjadi di sekitarnya. Padahal saat ini banyak perkembangan luar biasa terjadi di desa termasuk desa dapat membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Potensi yang di miliki desa ini beragam termasuk sumberdaya alam, akan tetapi jika SDM masih terbatas kemampuannya bahkan nilai – nilai luhur dalam Pancasila tidak jadi pedoman ya desa tidak akan maju. Untuk itu, Program Desa Pancasila ini sangat bagus bagi penguatan pemberdayaan desa.”

Sedangkan Ali Sukrajap, MBA selaku Wakil Rektor III Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dalam sambutannya menegaskan bahwa ,”Program Desa Pancasila ini telah diinisiasi dibeberapa daerah. Program ini diharapkan mampu mendorong tata kelola desa terutama SDM melalui Patriot Desa Pancasila untuk dapat mengembangkan segala potensi yang ada di desa melalui pemberdayaan masyarakat dengan berepegang teguh dengan nilai – nilai Pancasila.”

Abdullah Yazid selaku Ketua Pengurus BMT BUS Rembang menuturkan bahwa ”, BMT BUS akan mendorong beberapa desa baik di Jawa bersama UP45 untuk mengembangkan potensi desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satu contohnya dengan Program Desa Pancasila. Beberapa desa yang telah dibentuk Patriot Desa Pancasila. Saat ini, kegiatan tersebut tentu saja berbasis pemberdayaan masyarakat dengan di dampingi pendamping desa melalui Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat. Untuk itu, pihaknya berharap dengan terjalinnya kerjasama BMT BUS dengan UP45 dan berbagai desa binaan akan semakin meningkatkan kualitas pemberdayaaan masyarakat desa di masa depan.

Dr Bening Hadilinatih MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menuturkan bahwa ,” Program Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas Tenaga Ahli Profesional Pendamping Desa menjadi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat yang mumpuni karena telah terstandar kompetensinya dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI. Pihaknya berharap semua pihak untuk bersama-sama mengembangkan kapasitasnya untuk mendorong pembangunan desa berbasis pemberdayaan desa yang lebih baik di masa yang akan datang.”

Berita Terkait

Direktorat Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, T...

Menjaga Keberlanjutan Cadangan Migas

11 Des 2015 03:31:35 WIB

Indonesia telah berada di ambang krisis energi. Jumlah permintaan untuk memenuhi kebutuhan bahan bak...

Berita Terbaru

Tim LKBH UP45 mendatangi rumah Sukalis (Klien LKBH/Ayah Kandung Ayu Agustina) yang beralamat di Keca...

Pihak Universitas Proklamasi 45 sangat menyayangkan aksi 12 oknum yang sudah diberhentikan sebagai m...

Energy Management and Governance Institute UP 45 (EMGI UP45) mengadakan kegiatan bedah buku dan disk...

Agenda

13
Sep
2017
14
Sep
2017