Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

Jadikan Wisata Pandan Arum Sebagai Edu Wisata Terpadu    

  10 Desember 2018

Bagikan postingan ini

Potensi desa sangatlah berlimpah. Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat mengembangkan berbagai unit usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Usaha yang dapat dijalankan salah satunya melalui pengembangan kawasan wisata desa. Pemerintah Desa Suwawal Timur, Pakis Aji, Jepara telah merintis kawasan wisata Pandan Arum menjadi kawasan edu wisata terpadu berbasis potensi lokal. Potensi lokal dapat dikolaborasikan dengan destinasi wisata lokal yang ada saat ini seperti Kampung Bambu, Watu Lintang, Pusat Kerajinan Kidul Pasar, Green Soden dan potensi lokal lainnya.

Demikian diungkapkan Penanggung Jawab Petinggi Desa Suwawal Timur Ach Suryowanto dalam Focus Group Disscusion Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Pandan Arum Desa Suwawal Timur Pakis Aji Jepara di Kantor Desa Suwawal Timur, Kegiatan terselenggara atas kerjasama Pemerintah Desa Suwawal Timur dengan PSKPPM Fisipol Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta  Jumat (7/12). Nara Sumber lain jajaran Pengurus Pusat Studi Kebijakan, Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat (PSKPPM) Fisipol Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta Samsudin MA dan Nurhadi MPA dipaandu moderator Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Suwawal Timur Dhasi Nur Mubin. Acara dihadiri dari unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran Pemerintah Desa, BUMDes, Karang Taruna, Kelompok Masyarakat Pengelola Wisata dan tokoh masyarakat.

Menurut Achmad Suryowanto, pihaknya telah merintis kawasan wisata desa salah satunya Pandan Arum awalnya menjadi kawasan Edu Wisata berbasis pertanian. Seiring waktu berjalan kawasan tersebut perlu penataan ulang menjadi kawasan edu wisata yang diharapkan prospektif dimasa depan. Pemerintah desa telah menganggarkan dalam APBDes untuk pembangunan infrastruktur namun belum memadai. “Pembangunan infrastruktur telah kita bangun pengecoran jalan dan pembuatan kebun binatang mini melengkapi penanaman pohon kebun buah beberapa waktu lalu,” tandasnya.

Achmad Suryowanto juga berharap dapat memberdayakan masyarakat di wilayah Desa Suwawal Timur untuk terus mengembangkan potensi lokal yang ada. “Saya terus mengajak kelompok-kelompok masyarakat yang saat ini telah terbentuk seperti kawasan wisata Watu Lintang, Kampung Bambu, Kelompok Pengrajin Kidul Pasar dan Kelompok Masyarakat Bank Sampah serta “Green Soden” untuk terus menata diri dan kerjasama untuk mengembangkan kawasan wisata desa secara bersama,” tuturnya.    

Sementara Nurhadi mengatakan, pengembangan kawasan wisata desa dapat dilakukan secara terpadu berbasis potensi lokal yang ada. Desa memiliki potensi lokal yang beragam baik itu sumber daya alam sebagai destinasi, budaya atau adat tradisi, kuliner, sumber daya manusia, seni kerajinan dan lainnya. Potensi lokal tersebut dapat dikemas menjadi edu wisata desa berbasis budaya. “ Saat ini, ditengah menjamurnya obyek wisata desa perlu membuat terobosan baru dalam menawarkan produk destinasi wisata. Wisata berbasis edukasi dapat menjadi “brand” menarik bagi destinasi wisata namun harus selalu diperkuat dengan nilai - nilai karakter edukasi yang diusungnya. Sekarang destinasi wisata yang bersifat “mainstream” sudah terlalu banyak dan wisatawan mulai jenuh. Kuatnya nilai - nilai yang dibangun dalam Edu Wisata di Pandan Arum akan melahirkan destinasi wisata yang memiliki karakter budaya tersendiri yaitu wisata yang membelajarkan, mencerahkan bagi wisatawan dan memberdayakan bagi masyarakat,”tuturnya.    

Adapun Rasmono selaku peserta dari unsur Kepala Urusan Perencanaan Desa Suwawal Timur berharap pihaknya dapat dibantu dalam upaya untuk mempromosikan potensi kawasan wisata yang ada di Suwawal Timur khususnya Wisata Pandan Arum dan destinasi wisata lain yang sekarang sedang dirintis oleh pemerintah desa melalui kelompok masyarakat.